Mengubah Paradigma Bisnis Menjadi Bisnis Sosial

Jan 31, 2012 by

KOMPAS.com – Paradigma bisnis harus diubah. Jangan hanya melulu menggali potensi bisnis komersial yang hanya mengejar profit. Bisnis sosial (social entrepreneurship) yang memaksimalkan manfaat juga potensial dikembangkan oleh para entrepeneur muda.

Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka) Subang, Tri Mumpuni Wiyatno (46) mengatakan, bisnis sosial yang berbasis masyarakat perlu dikembangkan. Mumpuni menjelaskan bisnis sosial harus dimulai dengan melibatkan komunitas lokal. Selain itu juga menjalankan metode bisnis yang bersifat pemberdayaan masyarakat setempat.

“Masyarakat juga berhak atas kepemilikan usaha dan aset,” jelas perempuan yang berhasil membangun puluhan desa dengan mengembangkan fasilitas listrik tenaga air (mikrohidro) sejak 18 tahun silam ini.

Bisnis sosial dijalankan dengan konsep pengembangan dan pemberdayaan sosial, jelas Mumpuni dalam diskusi mengenai lingkungan dan entrepreneurship di @america (pusat informasi dan budaya Amerika Serikat), Mal Pacific Place, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Prinsip bisnis sosial
Mumpuni menekankan, bisnis sosial bisa dikembangkan anak muda di mana saja, dengan berbagai potensi lokal yang tersedia. Prinsip utamanya, bisnis sosial lebih memaksimalkan manfaat. Berbeda dengan bisnis komersial yang memaksimalkan profit.

Jika bisnis komersial menekankan pada kapitalisasi dan mengandalkan jaminan untuk membangun kepercayaan, lain lagi dengan bisnis sosial. “Bisnis sosial lebih mencari manfaat untuk komunitas lokal. Kepercayaan dibangun dari aktivitas harian dan keyakinan bukan dari nilai jaminan,” jelas Mumpuni.

Bisnis sosial juga memperlakukan pekerjanya lebih manusiawi. Pada bisnis komersial, semakin produktif seseorang maka akan semakin diuntungkan usahanya. Tuntutan pemilik modal pada pekerjanya adalah produktivitas yang tinggi untuk mengejar profit. Sementara, bisnis sosial memiliki cara pandang berbeda atas orang yang terlibat bekerja di dalamnya. “Setiap orang diyakini memiliki keunikan, sehingga antara satu dan lainnya tak bisa disamakan,” jelas Mumpuni.

Mengubah paradigma bisnis komersial menjadi bisnis sosial perlu dimulai dari perubahan mindset. Setidaknya mulai dari hal mendasar, bahwa hidup bukan sekadar mencari keuntungan dan materi. Hidup adalah juga untuk berbagi.

“Sistem pendidikan kita harus mengedepankan pembentukan karakter, bahwa hidup jangan serakah,” kata Mumpuni yang berhasil meraih penghargaan Climate Hero pada 2005 dari World Wildlife Fund for Nature (WWF). “Anak muda masih punya waktu dan belum terlambat melakukan perubahan. Perubahan harus direbut, diupayakan, dan diperjuangkan,” lanjutnya.
WAF

Editor: Dini

Incoming search terms:

cara merubah paradigma

Related Posts

Tags

Share This

Artikel lain mengenai Mengubah Paradigma Bisnis Menjadi Bisnis Sosial dari situs lain:

Sampoerna Foundation (@psfoundation) on Twitter

Mengubah paradigma bisnis komersial menjadi bisnis sosial perlu dimulai dari perubahan mindset, bahwa hidup bukan sekadar mencari materi. »

Sumber: http://twitter.com/psfoundation

Let's Hips to Talking

Desakralisasi moral menjadi realitas sosial yang sulit untuk ... ini, tidak ada jalan lain kecuali mengubah paradigma dan ... Etika bisnis menjadi salah satu bagian dari prinsip ...

Sumber: http://jhonyricardo.blogspot.com/

Mencoba menggapai cita-cita

... mengubah masyarakat ? atau Apakah perubahan sosial mengubah ... selain negara, seperti gereja, kelompok bisnis dan ... ke level legal / hukum. Tidak semua norma sosial menjadi ...

Sumber: http://mjrsusi.wordpress.com/

Peluang Bisnis Wirausaha | Strategi Bisnis dan Marketing UKM Yang ...

... yang diharapkan bisa mengubah paradigma dari masyarakat pengguna menjadi ... buku pengetahuan anak, buku sosial ... Sederhana dan Praktis Mengubah Ide Menjadi Bisnis

Sumber: http://peluangbisniswirausaha.com/

Peran Nanotechnologies dalam Penanggulangan Kemiskinan dan ...

... yang tentara robot mikroskopis bisa mengubah wajah planet ini menjadi ... aplikasi komersial. · Bisnis ... berkembang untuk 'mengejar' dengan paradigma ...

Sumber: http://www.azonano.com/article.aspx?ArticleID=2041&lang=id

koyodoanx.blogspot.com

... penuh ‘berkat’ dan berkah, agar bisnis kita menjadi ... Kedua, kesadaran tentang signifikansi sosial kegiatan bisnis. ... semakin banyak dan bervariasi, maka ia mengubah ...

Sumber: http://koyodoanx.blogspot.com/feeds/posts/default?orderby=updated

You are in Riss' Blog….

... paradigma yang digunakan masih paradigma bisnis dan religius partikular, pendidikan hanya menjadi ... kuat untuk menciptakan gerakan sosial, guna mengubah ...

Sumber: http://misskecil.wordpress.com/

Banyak Tugas

Paradigma bisnis adalah gugusan ... agama, ekonomi dan sosial demi membentuk kesatuan. Maka etika dan ekonomi atau etika dan bisnis menjadi ... yang secara efektif mengubah ...

Sumber: http://wwwcutez.blogspot.com/

PeMuDa's Site - PeMuDa's Blog

... bisnis yang menjanjikan adalah menjadi konsultan bisnis ... juta penduduk Indonesia telah menjadi korban kekerasan HAM, ekonomi, sosial ... itu kan perkara mudah., tetapi mengubah ...

Sumber: http://pemudaindonesia.multiply.com/journal

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN TENTANG KURIKULUM TINGKAT SATUAN ...

... SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) DALAM MENGUBAH PARADIGMA ... perlu adanya pengubahan paradigma "mengajar" (teaching) menjadi ... MAKALAH BISNIS; MAKALAH EKONOMI; MAKALAH ...

Sumber: http://www.anakciremai.com/2008/06/makalah-ilmu-pendidikan-tentang_21.html

Leave a Comment

*